BELAJAR BER-LITERASI
Kata literasi memang bukan sesuatu yang asing bagiku. Hampir setiap hari aku mendengar dan melihat aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan literasi. Kondisi ini menjadikan diriku kian akrab dengan istilah literasi.
Meskipun demikian, sejujurnya aku masih tergolong awam dalam dunia literasi. Memang aku pernah beberapa kali menulis artikel di media masa, baik cetak maupun online. Itu pun jika dinilai, ternyata masih banyak kelemahan dalam tulisanku. Selain itu, karena faktor keberuntunganlah yang mengikuti tulisanku sehingga bisa dimuat.
Literasi sendiri -menurutku- merupakan aktifitas pengembangan ilmu yang dilakukan dengan cara membaca dan menulis. Iya, literasi sangat erat dan identik dengan dua hal itu.
Membaca dapat dimaknai sebagai aktifitas memahami, menganalisa dan menyerap informasi/pengetahuan dari suatu obyek. Baik itu informasi/pengetahuan yang tersurat dalam buku, ataupun yang tersirat dalam realita kehidupan.
Sedangkan menulis bisa diartikan sebagai tindakan menuangkan ide, gagasan dan pengetahuan mengenai suatu hal dalam media penulisan seperti buku, komputer, gadget dan sebagainya.
Membaca dan menulis, sebagai bentuk dari literasi, sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa hingga lansia.
Setiap orang bisa dan berhak menjalankan aktifitas tersebut. Hanya saja, mutu dan kualitasnya yang mungkin berbeda masing-masing orang. Sebab, antara orang yang satu dengan yang lain memiliki karakter dan kemampuan yang tidak sama. Sehingga outputnya pun akan berbeda.
Membaca dan menulis termasuk aktifitas yang sangat penting bagi manusia. Siapapun orangnya dan dimanapun tempatnya, pasti tidak bisa melepaskan diri dari kedua aktifitas ini. Entah itu dilakukan untuk kegiatan formal (resmi), atau untuk kegiatan santai.
Sebagai contoh, seorang pelajar pasti mendapatkan tugas membaca dan menulis, pedagang pasti butuh mencatat alur transaksi dagangannya, aparatur negara apalagi, sudah pasti berkaitkelindan dengan membaca dan menulis.
Bicara mengenai literasi, sesungguhnya banyak hal yang bisa kita kupas. Berliterasi tidak hanya soal hobi atau minat, melainkan kewajiban dan kebutuhan. Argumentasi ini cukup logis sebenarnya. Sebab, jika ditelaah secara mendalm, untuk menuju peningkatan pemahaman, apapun dan dimanapun, setiap orang tentu melewati tahapan literasi. Mulai dari usia anak, dewasa hingga manula.
Oleh karenanya, sangat penting bagi kita untuk terus belajar berliterasi.
Trenggalek, 6 Juni 2020 / 14 Syawal 1441 H
Comments
Post a Comment